Friday, October 23, 2026
HomePendidikanRaih Tiga Gelar Juara, Tim ITS Kembali Berjaya di KJI-KBGI 2026

Raih Tiga Gelar Juara, Tim ITS Kembali Berjaya di KJI-KBGI 2026

kilassurabaya.com | SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali memberikan prestasinya melalui tim Durbatos dan Villakarya dari Departemen Teknik Infrastruktur Sipil (DTIS). Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) 2026 berhasil ditaklukkan dengan raihan tiga kategori juara sekaligus dalam gelaran selama empat hari, hingga Kamis (22/10) lalu.

Kompetisi tahunan yang dihelat oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI ini merupakan salah satu ajang unggulan mahasiswa di bidang teknik sipil. Ketua Tim Villakarys ITS bidang KJI Muhammad Alvi Reynaldi menyebutkan bahwa sebanyak 34 tim finalis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dikumpulkan di kejuaraan ini. “Gelaran ini menjadi kontestasi paling bergengsi untuk mahasiswa teknik sipil di Indonesia,” jelas pemuda yang biasa disapa Alvi tersebut.

Selain itu, anggota Tim Durbatos ITS bidang KBGI Aulia Okta Wijaya menyebutkan bahwa gelaran nasional tersebut juga menjadi salah satu pertandingan paling menantang karena metode yang digunakan dibuat mirip seperti di lapangan. “Kalau biasanya menggunakan stik es krim dan kayu, di sini material yang digunakan berupa baja, beton, dan baut mur,” jelas gadis yang kerap disapa Okta ini.

Pada bidang KBGI, gelar Juara 2 Kategori Bangunan Gedung Beton Struktur Pracetak dan Juara Kategori Khusus Metode Pelaksanaan Konstruksi berhasil disabet sekaligus oleh Tim Durbatos. Okta mengungkapkan bahwa dalam kompetisi ini timnya mengusung inovasi penggunaan sambungan pelat baja tambahan yang menambah kekakuan struktur. “Dalam metode pelaksanaan, kami juga mereplikasi proyek asli, menggunakan safety net, pagar konstruksi, dan body harness yang benar-benar digantung,” terangnya.

Sementara itu di bidang KJI, Juara 2 juga dimenangkan oleh Tim Villakarya dalam Kategori Jembatan Pelengkung. Alvi menjelaskan bahwa timnya membawakan inovasi pengurangan penggunaan material dalam konstruksi jembatan. Hal tersebut seperti pemotongan elemen struktur pada bagian rendah regangan dan penggunaan ornamen jembatan dari filamen 3D print dari botol bekas guna mengurangi sampah botol plastik.

Prestasi tersebut menjadi saksi buah persiapan yang telah mereka lakukan berbulan-bulan sebelumnya. Okta membeberkan bahwa timnya telah melakukan persiapan sekitar delapan bulan yang terdiri dari dua bulan pengerjaan proposal serta lima bulan melakukan fabrikasi dan perakitan. Selain itu, dari tim KJI juga turut menceritakan perjalanan seratus harinya dalam membuat jembatan model dari timya.

Melalui kemenangan ini, kedua tim dari DTIS ITS tersebut menyampaikan terima kasihnya kepada dukungan besar yang telah diberikan oleh pihak kampus maupun teman-teman timnya ITS. Ke depannya, kedua tim juga berkomitmen dalam mempersiapkan tim KJI-KBGI selanjutnya dengan sebaik mungkin. “Harapan kami bisa mendapatkan Juara 1 pada tahun depan agar tradisi juara dapat terus berlanjut,” tegas Alvi optimistis.

Pencapaian ini menjadi satu langkah ITS dalam komitmennya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) pada poin ke-4 mengenai Pendidikan Berkualitas. Alvi dan Okta berharap agar perjalanan ITS tidak hanya berhenti sampai di sini, melainkan dapat terus berpartisipasi dan berprestasi di KJI-KBGI berikutnya. “Semoga selanjutnya lebih banyak penghargaan yang dapat diraih ITS melalui kompetisi ini,” harap Alvi. (ist)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments