Wednesday, September 16, 2026
HomeSeni & BudayaEmpat Siswa Lotus Art Courses Torehkan Prestasi di GCLA 2026, Raih Gold...

Empat Siswa Lotus Art Courses Torehkan Prestasi di GCLA 2026, Raih Gold hingga Terpilih untuk Pameran Global

kilassurabaya.com | JAKARTA — Empat siswa Lotus Art Courses berhasil menorehkan prestasi dalam ajang Global Children’s Literacy and Art (GCLA) 2026 yang diselenggarakan di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta.

Keempat siswa tersebut berhasil mendapatkan pengakuan dalam ajang yang menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas, gagasan, dan karya seni mereka dalam lingkup global.

Rangkaian Exhibition Opening GCLA 2026 berlangsung pada Minggu, 6 September 2026, mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai, bertempat di Exhibition Room, lantai 4 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta.

Pembukaan pameran dilakukan oleh Dr. Ir. Feri Arlius, M.Sc., selaku Director of Cultural Facilities and Infrastructure, Ministry of Culture. Sementara sambutan pembuka disampaikan oleh Suharyanto, Deputy for Library Materials Development and Information Services, National Library of Indonesia.

Selain pembukaan pameran, rangkaian kegiatan GCLA 2026 juga diisi dengan Medal Awarding Ceremony serta Library Tour, memberikan pengalaman bagi para peserta untuk tidak hanya mendapatkan apresiasi atas karya seni mereka, tetapi juga mengenal lebih dekat lingkungan Perpustakaan Nasional Indonesia.

Prestasi membanggakan diraih oleh Gwyneth Michaela yang berhasil memperoleh Gold Award. Sementara Adzkia Islamadina meraih Bronze Award.

Prestasi membanggakan diraih oleh Gwyneth Michaela yang berhasil memperoleh Gold Award. (foto : ist)

Tidak hanya itu, dua siswa Lotus Art Courses lainnya, yakni Alleria Rei Tanto dan Maria Sophia, berhasil masuk dalam jajaran Selected for Exhibition, yang berarti karya mereka terpilih untuk ditampilkan dalam rangkaian pameran GCLA 2026.

Pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Lotus Art Courses karena keempat siswa tidak hanya berkesempatan memperkenalkan karya mereka, tetapi juga mendapatkan pengalaman berada dalam lingkungan apresiasi seni dan literasi anak yang memiliki jangkauan internasional.

GCLA 2026 sendiri menjadi salah satu ruang yang mempertemukan kreativitas anak dengan semangat literasi. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia turut memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan GCLA 2026 sebagai bagian dari upaya menghadirkan ruang bagi anak untuk mengembangkan kreativitas dan literasi di kancah global.

Bagi Lotus Art Courses, keterlibatan siswa dalam ajang seperti GCLA bukan semata-mata tentang memenangkan kompetisi. Lebih dari itu, pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pendidikan seni untuk mendorong anak berani berkarya, percaya diri menunjukkan ide, serta memahami bahwa karya mereka dapat diapresiasi oleh masyarakat yang lebih luas.

“Prestasi ini menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi anak-anak. Mereka belajar bahwa karya seni yang dibuat dengan penuh kreativitas dan ketulusan dapat memiliki ruang untuk dikenal lebih luas, bahkan sampai ke tingkat global,” ujar Putu Mahendra, founder dari Lotus Art Courses.

Keberhasilan Gwyneth Michaela, Adzkia Islamadina, Alleria Rei Tanto, dan Maria Sophia di GCLA 2026 sekaligus menambah deretan pengalaman internasional siswa-siswi Lotus Art Courses dalam bidang seni.

Lotus Art Courses berharap kesempatan tersebut dapat menjadi motivasi bagi para siswa untuk terus berkarya, mengeksplorasi kreativitas, serta menjadikan seni sebagai bagian penting dalam proses tumbuh dan belajar mereka. (acs)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments