Monday, May 25, 2026
HomePendidikanAtika Salsabillah Zein : Dokter dari Latar Belakang Keluarga Besar Berprofesi Dokter

Atika Salsabillah Zein : Dokter dari Latar Belakang Keluarga Besar Berprofesi Dokter

kilassurabaya.com | SURABAYA – Di balik keberhasilan seorang dokter, selalu ada perjalanan panjang yang dibangun dengan ketekunan, dukungan keluarga, dan keyakinan untuk terus melangkah. Hal itulah yang tergambar dari sosok Atika Salsabillah Zein, dokter muda lulusan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) yang baru dilantik dan diambil sumpahnya pada Kamis (21/5) siang. Atika kini tengah menatap masa depan dengan semangat besar untuk mengembangkan diri di dunia kesehatan dan kecantikan.

Ia tumbuh di lingkungan keluarga yang sangat dekat dengan dunia medis. Ayahnya, dr. H. Moh. Zainuddin, Sp.Rad., merupakan seorang dokter spesialis radiologi. Tak hanya itu, kakak-kakaknya hingga saudara kembarnya juga menempuh profesi yang sama. Lingkungan tersebut membuat Atika akrab dengan dunia kedokteran sejak usia dini.

“Kebetulan ayah, kakak pertama, kakak kedua, dan saudara kembar saya juga dokter. Jadi mereka menjadi teladan bagi saya,” ungkap Atika.

Meski lahir dari keluarga dokter, perjalanan Atika tidak sepenuhnya lurus tanpa keraguan. Saat duduk di bangku SMA, ia sempat tertarik pada bidang teknik biomedik. Namun nilai-nilai tentang pengabdian dan membantu sesama yang ditanamkan keluarganya, terutama sang ayah, membuatnya mantap kembali memilih jalur kedokteran.

Berbeda dengan stereotip keluarga dokter yang identik dengan tekanan akademik tinggi, Atika justru tumbuh dalam lingkungan keluarga yang hangat dan suportif. Orang tuanya tidak pernah memaksakan capaian akademik tertentu, melainkan lebih menekankan proses belajar dan ketulusan dalam menjalani pendidikan.

Ketika menghadapi hambatan akademik, sang ayah justru memberikan dukungan yang menenangkan.

“Nggak apa-apa. InsyaAllah kalau mengulang, ilmunya malah lebih nyantol,” ujar Atika menirukan pesan ayahnya.

Dukungan juga datang dari sang suami, yang merupakan rekan sejawat satu angkatan di Fakultas Kedokteran Unusa. Selama menjalani masa-masa penuh tekanan, terutama saat persiapan Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD), suaminya menjadi pendamping setia yang selalu memberikan semangat.

Atika mengenang bagaimana mereka saling mendukung, belajar bersama hingga larut malam di kafe, serta saling menguatkan ketika rasa lelah dan takut gagal datang menghampiri.

Setelah resmi menyandang gelar dokter, Atika telah menyiapkan langkah berikutnya. Ia bercita-cita melanjutkan pendidikan spesialis di bidang dermatologi. Ketertarikannya terhadap dunia kulit dan kecantikan tumbuh dari rasa ingin tahunya mengenai karakteristik kulit serta formulasi skincare yang tepat bagi setiap individu.

Baginya, dunia dermatologi bukan hanya tentang estetika, tetapi juga tentang kesehatan dan kepercayaan diri seseorang.

Ke depan, Atika bermimpi tidak hanya menjadi dokter spesialis kulit, tetapi juga membangun jenama skincare miliknya sendiri. Ia ingin memadukan ilmu kedokteran dengan jiwa kewirausahaan untuk menghadirkan produk yang aman, berbasis ilmu pengetahuan, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Bagi Atika, perjalanan menjadi dokter bukan soal siapa yang paling cepat mencapai garis akhir, melainkan siapa yang mampu bertahan dan terus berusaha.

“Jangan berkecil hati kalau lulusnya lebih lama. Pada akhirnya, tujuan yang ditempuh tetap sama, yaitu menjadi dokter. Yang penting tetap berusaha dan bertawakal, pasti ada jalannya,” pesannya. Kini, sambil menantikan masa internship bersama sang suami, Atika bersiap membuka lembaran baru dalam hidupnya. Dengan ilmu yang telah diraih dan mimpi besar yang terus ia jaga, ia ingin memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui bidang kesehatan yang ia cintai. (acs)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments